Balada Pengendara Motor

February 12th, 2007 by gabegood

Sebagai orang yang sering naik motor, saya menyimpan tulisan ini di blog saya. My friend forward it to me ——————————————————- Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tidak anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he. Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja? Sebab kalo sebagian besar dari kami, … minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda. Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih, tarif parkirnya aja beda. Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, diatas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari. Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang. Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan belakang. Aaaah enaknyaa di mobil. Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata. Amit-amiiiit. ..! Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus ‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he Maaf ya pak-bu. Peace !!! Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. (Jadi gak enak nerusinnya) Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat. Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!). Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami. Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu…… Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an ironic….. Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi mereka. Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas. Tuhan Maha Adil kan? — Best regards, setiaji mailto:setiaji_kurniawan@ yahoo.com. sg Segeralah Melangkah !!!…..

PENAT

November 3rd, 2006 by gabegood

Have you ever felt incapable??

Few months ago, I was a trading division staff. Many times I felt that I’m incapable with what I have to be. I can not calculate those complicated data to make an analysis. I also can’t negotiate like one of my bosses. I just felt incapable!

After an exam, I am staff at division of storage and maintenance. Here, I have to write handbooks. Getting a long with pests, insects, but mainly always in front of computer, with no “closest friend” to talk to like I had in my previous place.

Human are never sattisfied with their own sittuation, I guess.

I met people who said how young and restless I am. How clever our generation are. I’m not sure that I’m one of that clever, young people. I think I’m just incapable! *damn*
Bersama4

May Day

May 2nd, 2006 by gabegood

1 Mei 2006

Bolos kerja. Takut kerusuhan….

Ternyata tidak ada kerusuhan. Tapi gw menikmati banget bisa seharian dirumah. Dari pagi ke puskesmas, tambal gigi. Trus nganter mertua ke makam buat jiarah. Trus belanja buat makan malam. Trus bebenah, nyapu, ngepel….benerin isi lemari. Nonton TV…. it’s so emak-emak, don’t you think so? heheheh

Hang Out Moments

April 27th, 2006 by gabegood

Tadi malem gw hang out sama temen2 kerjaan. Kebetulan semuanya lelaki.

Padahal my beloved hubby lagi libur, dan dia udah dirumah.

Tapi malam itu, rasanya rindu sekali untuk bisa ngumpul bareng temen-temen. Walaupun deep in my heart gw tau kalo my hubby is more important.

Akhirnya gw minta izin Abang buat makan malem ama Iim, Narto, Darma & Nurman di Blok S.

Dengan berat hati, dia ngijinin. Dia sempat nge-sms bahwa terkesan temen-temen gw lebih penting dari dirinya. Padahal nggak kok…cuman pada moment itu entah kenapa gw pengen berada di luar rumah.

Semangkuk bakso, setusuk sate dan sepotong bakwan habis kulahap. Tapi, rasa gundah meninggalkan rumah tetap menari-nari di dalam hati. Apakah ini yang dinamakan rasa tanggung jawab? Ataukah sekedar perasaan bersalah meninggalkan suami dirumah?

Seandainya yang gw tinggalin itu lebih dari suami, anak misalnya?

Apa mungkin memang sudah masanya gw meninggalkan dunia "hang out"? Dan menjadi istri / ibu jaman kuda gigit besi? *sigh*

Dienul Islam

April 25th, 2006 by gabegood

Dienul Islam

Tujuan/Visi
QS Yunus : 25
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)

Rasulullah sudah memberi stgrategi (Bunial Islam) untuk membangun Islam.

Bunial Islam : Dibangun Islam atas 5 perkara -> Rukun Islam

1. Syahadat

Asyhadu/Syahadat : Bersaksi : Mempersaksikan dominansi Allah dan ajarannya dalam kehidupan.(bentuk present continous tense) yang artinya "now and forever"

QS 3: 53
"Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)."

Syahadat kepada Allah dan Rasulnya;
a. Motif : aturan Allah
b. Rasulullah menjadi uswatun hasanah

Syahadat merupakan pembeda antara Islam dan kafir
Ketika seseorang bersyahadat artinya dia telah berkomitment dan siap menerima konsekuensi dari komitmentnya tersebut.
Perwujudan dari komitmentnya itu harus ditunjukkan dengan beberapa cara, yang paling utama adalah dengan mendirikan shalat.

2. Shalat

Harus ada target dalam mendirikan shalat. yaitu

a. Zikir / mengingat Allah untuk menjaga kesadaran akan aturan Allah

QS 20:14
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku

Shalat merupakan bentuk koordinasi terhadap wahyu Allah sehingga terbangunlah sistem dan tegaklah sistem Islam / dienul Islam.

b. Mencegah kemungkaran
QS 29:45
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Perbuatan keji dari dalam sistem/diri disebut Pasha
Perbuatan keji dari luar sistem/diri disebut Mungkar

Kualitas shalat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu
a. Sholatnya orang-orang munafik & malas / kusala
   QS 4:142

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. "

Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali

b. Sholatnya orang-orang yang Riya’
   QS Al-Maa’uun/ 107:6

orang-orang yang berbuat riya

c. Sholatnya orang-orang yang lalai / Sahun
   QS 107 : 5

" (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya"

d. Sholatnya orang-orang yang berkeluh kesah / Da’imun –> merupakan kualita sholat yang minimum

e. Sholatnya orang-orang yang khusyu’ (seolah-olah bertemu dengan Allah)

  QS  2 : 45-46
   Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh

berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka

akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

f. Sholatnya orang-orang yang memelihara shalat dan mewarisi jannah / Hafizun
   QS  23 : 9-11
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Kualitas shalat a-c adalah shalat yang sia-sia

3. Zakat

Targetnya adalah sebagai kontribusi untuk mensucikan hidup dan kehidupan (spesialisasi)
Bentuk zakat antara lain

a.Amwal / zakat berupa harta
  QS 9: 103
" Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Bentuk zakat bil amwal :
- infaq : harta yang lebih dari keperluan, tapi bukan merupakan sisa/barang yang dibenci
- Shadaqah : harta yang sudah dihisab dan sudah ada takarannya

b. Anfus / zakat berupa waktu atau potensi diri
   QS 91 : 9
" sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, "

4. Shaum / Puasa
   Menahan diri dengan aturan Allah
Target shaum : taqwa
taqwa : waspada, menjaga, hati-hati. Caranya adalah dengan disiplin dalam menjalankan aturan

Allah.
QS 2:183
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Menahan diri dari yang membatalkan puasa "

QS 43:43
"Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. "

5. Haji

Target : Mabrur ; birrur ; kebaikan –> ihsan
QS 3:92
"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. "

Mampu = mampu menahan
1. Rafats = kata-kata keji
2. Fasiq = salah : melebihi keji
3. Jida = berbantah-bantahan

QS 2:197
"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[122], barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats[123], berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal"

Berbagi Resep

April 13th, 2006 by gabegood

Iya, berbagi resep, bukan berbagi suami lho…

Guys, kalian punya resep makanan yang gampang dan enak ga?

Kalo hubby gw pulang kantor di malam yang hujan, dan dia kelaparan dia selalu minta menu ini…

Mie Sedap Kari Ayam + Telur + Krupuk/makanan anak SD ; makaroni pedas + Saos + sebakul nasi ehehehhe

minumnya… milo + susu kental manis cap bendera

dan air putih

standar banget ya

kalo kamu suka apa?

Thinking Big2

April 12th, 2006 by gabegood

Masih ttg bacaan thinking big gw…

Beberapa hari ini gw mulai memperbaiki dandanan. Ini disarankan oleh buku itu. Mulai dari jilbab yang dijaga rapi. bros yang tersemat di blazer, pipi yang memerah (walaupun cuma karena blush-on). Trus sepatu yang disemir etc….

Tadinya gw gak terlalu merasa itu penting, but guess what….

People start to look at me….not just a glance…

Satpam bawah bilang "Be, makin cantik aja…"

Rekanan di kantor bilang "Kamu kurusan ya?"

Gw tuker tambah HP dan bisa dapet harga diatas pasaran….wow!

The more precious you think you are, the more precious you are. :)

projects

April 12th, 2006 by gabegood

Realita Vs Idealita

Kenapa selalu bersebrangan. Bingung liat orang-orang kantor yang sok idealis padahal tidak…….*fyuh!*

sugesti

April 4th, 2006 by gabegood

Apa perbedaan antara sugesti dan keyakinan?

Kalau sugesti sering kali membuat kita merasakan sesuatu menjadi nyata, walaupun hal itu tidak nyata. Sedangkan keyakinan membantu kita mewujudkan kenyataan. -itu versi gw

Gw sering bersugesti kalo gw itu gampang banget masuk angin. Alhasil setiap gw telat makan, ato naik motor tanpa jaket, biasanya gw langsung masuk angin.

Gw juga sering tidak mendengar perkataan jelek orang lain yang isinya menafikan harapan-harapan gw. Temen kuliah gw pernah bilang kalo gw ama hubby gw sekarang gak cocok, he said gw terlalu aktif dan hubby gw terlalu pasif. Adik-adik gw sendiri pernah merasa bahwa dia gak worthed untuk dapetin gw, just because dia gak bisa hang out sama mereka. But somehow, we did it….

Akhirnya gw merit!

Pernah denger cerita tentang kodok?

Seekor kodok mengikuti lomba panjat tebing. Sebelumnya tidak ada yang bisa mencapai puncak tertinggi tebing. Banyak kodok lain yang bersaing untuk mencapai puncak itu. Ada 100 kodok yang mengikuti lomba itu. Di level pertama, 100 kodok berlomba memanjat tebing tersebut. Lalu ke level dua, tiga, empat…berpuluh kodok mulai tergelincir, "Wah tinggi sekali tebing itu!", "Mana mungkin ada yang menang dalam pertandingan ini!" begitu komentar dari penonton yang menyaksikan perlombaan itu.

Sampai di level 9, tinggal 3 kodok yang masih berjuang ke puncak. "Sudahlah, jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak mungkin!", "Turunlah, kalian bertiga sudah cukup memanjat!" begitu teriakan penonton.

Dua kodok akhirnya terjatuh di level 9.5

Hanya 1 kodok yang terus memanjat dan akhirnya sampai level 10, puncak kemenangan.

Dan ternyata…..kodok itu tuli…….

:)

Jadi, masih perlukah kita mendengarkan orang lain yang mengatakan bahwa sugesti atau keyakinan kita akan suatu kebenaran atau kebaikan itu salah?